-Indonesia tanah air beta Pusaka abadi nan jaya Indonesia sejak dulu kala Tetap di puja-puja bangsa Di sana tempat lahir beta Dibuai dibesarkan bunda Tempat berlindung di hari tua Tempat akhir menutup mata-
(home) (gubug hatiku) (ceritaku) (jepretan) (hometown) (my pride) (Tentang Penulis) kritik saran

Aku Malu Menjadi Anak Nurdin Halid

Supporter – Surat buat ayah Nurdin Halid……..Sejujurnya aku malu mendengar sering dihujatnya ayah diberbagai forum dan ditempat-tempat ramai. Diantara mereka semua adalah penggemar sepakbola Indonesia, mereka jengah dengan sikap ayah. Sekian lama ayah telah merusak tatanan sistematik sebuah organisasi, ayah merasa semua milik ayah, tapi sendainya ayah tau itu semua milik bangsa Indonesia bukan milik ayah.

Unjuk rasa dari rekan-rekan Supporter. Foto : cah-pasoepati.blogspot.com

Kenapa aku sangat malu dengan semua itu, karena aku adalah anak ayah, anak dari seorang ayah yang setiap harinya dihujat dan dicaci maki. Mendengarnya pun aku sudah lelah dengan semua umpatan orang lain ke ayah. Tidak ada yang sempurna didunia ini, sempurna hanya milikNya.

Apakah ayah diam saja ketika orang berkata ayah adalah Anjing budheg?

Apakah ayah diam saja ketika orang berkata ayah adalah setan??

Apakah ayah diam saja ketika orang lain berkata ayah orang gak tau malu??

Aku lelah mendengarnya yah, aku jenuh, aku kecewa dengan ayah….

Berkata pun aku sudah tidak sanggup, haruskah aku memasang badan untuk membela ayah?? Sepertinya tidak mungkin. Ayah sepertinya diam saja, ataukah komunikasi itu tidak ada lagi?

Semua orang membenci ayah, dari semua golongan, pejabat, bahkan anak kecil yang baru tau tentang sepakbola pun tidak sungkan mencaci maki ayah. haruskah martabat keluarga dihancurkan kembali?? aku sudah terlampau malu dengan sikap ayah selama ini.

Kasus korupsi itu. Dua kali ayah terperangkap di penjara yang sunyi, haruskah untuk yang ketiga kalinya?? Aku tidak mau. Apa yang ayah cari lagi?? apakah ayah tidak bosan mengumpulkan uang dari korupsi?? kasihan rakyat…….

Sekali lagi aku benci ayah, dan semua teman ayah di organisasi sepakbola Indonesia itu……

Aku benci Ayah……

Opini dari : Edy Apriyanto Sudiyono


Sumber: Supporter indonesia

0 komentar: